Big data platform merupakan teknologi yang membantu perusahaan mengintegrasikan, mengelola, dan menganalisis data dalam jumlah besar. Tiga platform yang sering digunakan untuk kebutuhan enterprise adalah Amazon Web Services (AWS), Databricks, dan Snowflake.
Ketiganya memiliki pendekatan berbeda. AWS menawarkan ekosistem layanan cloud untuk membangun infrastruktur data, Databricks mengintegrasikan pengolahan data dan AI melalui arsitektur lakehouse, sedangkan Snowflake menyediakan platform data terkelola untuk analitik dan kebutuhan bisnis lainnya.
Lalu, apa perbedaan ketiganya dan platform mana yang paling sesuai untuk perusahaan Anda?
Apa Itu Big Data Platform?
Big data platform adalah sistem teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, dan menganalisis data dalam volume besar dari berbagai sumber.
Dalam lingkungan enterprise, data platform membantu perusahaan menghubungkan data dari berbagai sistem, seperti ERP, CRM, dan aplikasi operasional agar dapat digunakan untuk beragam kebutuhan bisnis.
Dengan big data platform, perusahaan dapat:
- Mengintegrasikan Data: Menggabungkan data dari berbagai sumber ke dalam ekosistem yang terpusat.
- Mempercepat Analisis: Mengolah data berskala besar untuk menghasilkan insight bisnis.
- Meningkatkan Efisiensi: Mengurangi proses pengolahan data manual dan berulang.
- Mendukung Pengembangan AI: Menyediakan fondasi data untuk machine learning dan artificial intelligence.
- Memperkuat Tata Kelola Data: Mengelola kualitas, keamanan, dan akses data perusahaan.
Namun, setiap platform menawarkan kapabilitas dan pendekatan teknologi yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi infrastruktur perusahaan.
Mengenal 3 Big Data Platform: AWS, Databricks, dan Snowflake
1. AWS: Infrastruktur Cloud yang Fleksibel untuk Big Data
Amazon Web Services (AWS) merupakan penyedia layanan cloud yang menawarkan berbagai teknologi untuk membangun dan mengelola infrastruktur big data.
Berbeda dari platform data terpadu, AWS menyediakan sejumlah layanan yang dapat dikombinasikan sesuai kebutuhan perusahaan, mulai dari penyimpanan, integrasi, pemrosesan, hingga analitik data.
Layanan Utama AWS untuk Big Data:
- Amazon S3: Menyimpan data dalam berbagai format dan skala.
- AWS Glue: Mengintegrasikan dan mentransformasi data dari berbagai sumber.
- Amazon Redshift: Mengelola data warehouse untuk kebutuhan analitik.
- Amazon Athena: Menganalisis data menggunakan SQL tanpa perlu mengelola server.
- Amazon EMR: Memproses big data menggunakan framework seperti Apache Spark.
Keunggulan AWS:
- Fleksibel dalam membangun arsitektur data sesuai kebutuhan.
- Mendukung penyimpanan dan pemrosesan data berskala besar.
- Terintegrasi dengan berbagai layanan cloud, analytics, dan AI.
- Menawarkan pilihan layanan dan model biaya berdasarkan penggunaan.
Cocok untuk: Perusahaan yang membutuhkan infrastruktur data fleksibel, memiliki banyak sistem operasional, dan ingin mengembangkan ekosistem cloud secara bertahap.
Baca juga: AWS Powering Property Growth with a Smarter Cloud Foundation
2. Databricks: Platform Terintegrasi untuk Data dan AI
Databricks merupakan data platform yang menggabungkan kemampuan data lake dan data warehouse melalui arsitektur lakehouse. Platform ini memungkinkan perusahaan menjalankan data engineering, analitik, machine learning, dan pengembangan AI dalam satu lingkungan terintegrasi.
Kapabilitas Utama Databricks:
- Data Engineering: Membangun pipeline untuk mengintegrasikan dan memproses data.
- Lakehouse Architecture: Mengelola berbagai jenis data dalam arsitektur terpadu.
- Databricks SQL: Mendukung analisis data dan kebutuhan business intelligence.
- Machine Learning & AI: Mengembangkan dan mengelola model AI menggunakan data perusahaan.
- Unity Catalog: Mengelola akses, metadata, dan tata kelola data secara terpusat.
Keunggulan Databricks:
- Mengintegrasikan pengolahan data, analitik, dan AI.
- Mendukung pengembangan machine learning dalam skala enterprise.
- Mempermudah kolaborasi antara tim data engineering, analytics, dan data science.
- Mendukung pengelolaan berbagai jenis data dalam satu arsitektur.
Cocok untuk: Perusahaan yang ingin mengoptimalkan data untuk analitik lanjutan, predictive analytics, machine learning, dan pengembangan AI.
Baca juga: Databricks Delivery Partner Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui Bisnis?
3. Snowflake: Platform Data Terkelola untuk Analitik Enterprise
Snowflake merupakan platform data berbasis cloud yang mendukung penyimpanan, pemrosesan, analitik, serta berbagai kebutuhan pengembangan aplikasi data dan AI.
Snowflake menggunakan arsitektur yang memisahkan penyimpanan dan komputasi, sehingga perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas pemrosesan berdasarkan kebutuhan workload.
Kapabilitas Utama Snowflake:
- Cloud Data Warehousing: Mengelola data untuk analitik dan pelaporan bisnis.
- Virtual Warehouses: Menyesuaikan sumber daya komputasi berdasarkan kebutuhan.
- Data Sharing: Berbagi data secara terkontrol antarunit bisnis atau organisasi.
- Snowpark: Mengembangkan dan menjalankan pemrosesan data menggunakan bahasa pemrograman seperti Python.
- AI & Machine Learning: Memanfaatkan kapabilitas AI dan ML yang terintegrasi dengan platform.
Keunggulan Snowflake:
- Infrastruktur sebagian besar dikelola secara otomatis.
- Mendukung analitik dan pelaporan data berskala enterprise.
- Memungkinkan pengelolaan kapasitas penyimpanan dan komputasi secara terpisah.
- Mempermudah kolaborasi serta berbagi data secara terkontrol.
Cocok untuk: Perusahaan yang membutuhkan data warehouse terpusat, analitik bisnis, pelaporan, dan pengelolaan data dengan kompleksitas infrastruktur yang lebih rendah.
Mana Big Data Platform yang Tepat untuk Perusahaan?
| Aspek | AWS | Databricks | Snowflake |
| Fokus Utama | Infrastruktur cloud dan layanan data | Data engineering, analytics, dan AI | Data warehousing dan analytics |
| Arsitektur Platform | Ekosistem layanan modular | Lakehouse terintegrasi | Platform data terkelola |
| Kapabilitas | Data storage, ETL, analytics, AI/ML | Data engineering, analytics, AI/ML | Data warehousing, analytics, AI/ML |
| Keunggulan | Fleksibilitas arsitektur dan integrasi cloud | Integrasi Data & AI dalam satu platform | Kemudahan pengelolaan dan analitik |
| Keamanan | IAM, enkripsi, kontrol jaringan, dan audit | Unity Catalog, enkripsi, dan kontrol akses | Role-based access, enkripsi, dan data governance |
| Biaya | Pay-as-you-go berdasarkan layanan | Berdasarkan konsumsi komputasi dan layanan | Berdasarkan konsumsi komputasi dan penyimpanan |
| Use Case | Data lake, cloud data infrastructure, big data processing | Data lakehouse, predictive analytics, AI/ML | Data warehouse, BI reporting, data sharing |
Pemilihan big data platform bergantung pada kebutuhan perusahaan. AWS menawarkan fleksibilitas infrastruktur, Databricks unggul dalam pendekatan terpadu untuk data dan AI, sementara Snowflake memberikan kemudahan dalam pengelolaan analitik enterprise.
Ketiganya juga dapat digunakan bersama dalam satu ekosistem data. Karena itu, perusahaan tidak selalu harus memilih satu platform, melainkan menentukan arsitektur yang paling sesuai dengan tujuan bisnis.
Insignia: Partner Implementasi AWS, Databricks, dan Snowflake
Dalam memilih big data platform, perusahaan perlu memastikan platform tersebut dapat terintegrasi dengan sistem yang sudah ada, mendukung kebutuhan operasional, dan berkembang seiring pertumbuhan bisnis.
Melalui kemitraan teknologi dengan AWS, Databricks, dan Snowflake, Insignia mendukung perusahaan dalam membangun fondasi data yang terintegrasi, aman, dan scalable. Layanan Insignia mencakup:
- Data Strategy & Architecture: Merancang strategi dan arsitektur data sesuai kebutuhan perusahaan.
- Data Engineering & Integration: Mengintegrasikan data dari berbagai sistem dan membangun pipeline data.
- Data Warehouse & Lakehouse: Mengembangkan infrastruktur penyimpanan dan pengolahan data.
- Cloud Migration & Modernization: Migrasi dan modernisasi infrastruktur data ke cloud.
- Data Analytics & AI Enablement: Menyiapkan data untuk kebutuhan analitik, machine learning, dan AI.
Dengan pendekatan end-to-end, Insignia membantu perusahaan menentukan teknologi yang tepat sekaligus memastikan implementasinya mendukung tujuan bisnis.
Baca juga: Menjadi AWS Advanced Partner, Insignia Siap Dampingi Perjalanan Cloud Perusahaan
Bangun Big Data Platform yang Tepat bersama Insignia

Setiap perusahaan memiliki kebutuhan data yang berbeda. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim Insignia untuk merancang data platform yang terintegrasi, scalable, dan sesuai dengan tujuan bisnis.
Konsultasikan Kebutuhan Data Anda
FAQ Seputar Big Data Platform
1. Apa itu big data platform?
Big data platform adalah sistem teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan menganalisis data dalam jumlah besar. Platform ini membantu perusahaan mengintegrasikan data dari berbagai sumber untuk mendukung analitik dan pengambilan keputusan.
2. Apa perbedaan AWS, Databricks, dan Snowflake?
AWS menyediakan berbagai layanan cloud untuk membangun infrastruktur data. Databricks menawarkan platform terpadu untuk pengolahan data, analitik, dan AI. Snowflake menyediakan platform data terkelola dengan fokus kuat pada data warehousing dan analitik enterprise.
3. Mana big data platform yang paling cocok untuk enterprise?
Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan bisnis, infrastruktur yang digunakan, volume data, dan tujuan implementasi. AWS cocok untuk arsitektur cloud fleksibel, Databricks untuk integrasi data dan AI, sedangkan Snowflake untuk analitik dan pengelolaan data terpusat.
4. Apakah AWS, Databricks, dan Snowflake bisa digunakan bersamaan?
Ya. Ketiganya dapat digunakan dalam satu arsitektur data. Misalnya, AWS digunakan untuk infrastruktur cloud, Databricks untuk pengolahan data dan machine learning, serta Snowflake untuk kebutuhan analitik dan pelaporan tertentu.
5. Bagaimana cara memilih big data platform yang tepat?
Perusahaan perlu mengevaluasi kebutuhan bisnis, kesiapan data, arsitektur IT, keamanan, skalabilitas, serta total biaya implementasi. Konsultasi dengan partner teknologi dapat membantu menentukan platform dan pendekatan implementasi yang sesuai.

